Mari Bermain Bekel :D

img_20161224_160134

Familiar dengan permainan bekel? Dulu sewaktu saya SD, sekitar tahun 90an, permainan bekel adalah salah satu permainan populer. Biasa dimainkan berkelompok, saya ingat biasanya ketika jam istirahat kami para perempuan duduk mengelompok membentuk lingkaran di teras depan kelas. Tak hanya perempuan kadang-kadang anak laki-laki pun ikut bermain. Tapi seperti nya permainan ini sudah tidak populer lagi diantara anak-anak perkotaan saat ini. Sedikit bernostalgia sekaligus ingin memperkenalkan permainan bekel kepada Ceria saya pun membeli bola bekel sekaligus biji-bijinya. Karena sudah tidak populer agak susah mencari nya di toko mainan biasa, tapi untungnya masih cukup banyak yang menjualnya secara online.

Ok, sebelum bercerita lebih jauh let’s refresh our memory apa itu bekel dan bagaimana cara bermainnya. Konon katanya, bekel itu berasal dari Jawa tidak diketahui pasti dari mana asalnya dari sumber yang saya baca ada yang bilang Jawa Barat, ada yang bilang Jawa Timur (anyone?). Seperti yang saya sebutkan diatas, untuk bermain bekel kita butuh:

  • Bola Karet
  • Biji bekel yang biasanya terbuat dari logam kuningan (6 buah)
  • Permukaan yang rata untuk bermain dan yang bisa untuk memantulkan si bola karet (contoh: ubin)

Cara bermain:

konsep bermain bekel sebenarnya cukup mudah, bola dipantulkan sekali sambil kita mengambil biji bekel. Bola harus ditangkap kembali sebelum memantul untuk kedua kalinya. Nah yang menarik adalah ada beberapa tahapan dalam permainan ini. Yang umum saya mainkan dulu ada 3 tahapan.

tahap satu – biji dilempar bebas dan diambil satu persatu, setelah semua biji terambil, semua biji dilempar bebas lagi tapi kali ini ambil bijinya per dua-dua dan seterus nya sampai ambil 6 biji sekaligus.

tahap dua – proses nya sama seperti tahap satu hanya saja sebelum biji diambil, semua biji harus di posisi pit, seperti gambar

img_20161228_075950

tahap tiga – sama seperti tahap dua akan tetapi posisinya kebalikan dari pit, yaitu roh seperti gambar

img_20161228_080007

Dalam satu kelompok, bekel dimainkan secara bergantian siapa yang duluan mencapai tahap akhir dialah yang menang. Biasanya urutan dimulai dengan cara menaruh semua biji bekel di telapak tangan untuk kemudian dibalik dan ditangkap lagi di telapak kanan. Yang mendapat biji paling banyak dialah yang memiliki kekuasaan untuk menentukan siapa yang memulai permainan. Yang unik dari permainan ini, tahapan-tahapan permainan bisa berkembang sesuai dengan skill para pemain. Biasanya kalau para pemain sudah banyak yang jago, tahapannya bisa berkembang jadi beberapa tahap tergantung kreatifitas dan konsesi para pemain itu sendiri.

(Baca juga: Belajar Ngaret)

Nah itu tadi penjelasan saya berdasarkan memory saya loh, kalau ada tambahan atau kesalahan mohon dikoreksi ya :D.

img_20161224_144812

Kembali ke Ceria karena dia masih 3 tahun menjelang 4 jadi masih sulit untuk bermain mengikuti konsep diatas. Untuk itu saya menggunakan bekel untuk memperkenalkan saja ke dia kalau ada permainan tradisional semacam ini (siapa tau nanti dia SD bakal populer lagi 😛 ). Selain untuk ‘melestarikan’ permainan ini, tujuan saya mengenalkan bekel juga untuk melatih koordinasi dan motorik Ceria. Yang lucu setelah saya contohkan cara mainnya Ceria lalu mencoba bermain tapi dengan cara dia sendiri. Instead of biji diambil sambil bola dipantulkan, Ceria ambil bijinya satu persatu saja sambil memegang bola setelah itu baru biji disebar dan bola dipantulkan kemudian diulangi seperti itu dan dia kekeuh cara yang benar adalah yang seperti itu hihi..

yaah sesuka mu lah ya naak.. lain kali kita main lagi ya, terserah mau mainnya kayak apa asal kamu happy 😛 <3.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s