Ketika si Bengkak Datang – Balada Menyusui (Lagi)

Entah keberapa kalinya saya terbangun di pagi hari dengan rasa sakit dan berat di bagian dada. Ah, bengkak ini datang lagi. Memang sejak si baby Bun umur 2 bulanan dia terbiasa tidur 6 jam straight di malam hari. Should be a good thing right? memang tidur jadi lebih nyenyak tapi bangunnya jadi gak enak karena payudara bengkak :(.

Sejak menyusui si kakak saya memang sering memiliki masalah dengan pembengkakan payudara ini, bahkan sampai beberapa kali mengalami peradangan (Baca: Cerita Menyusui). Berbekal pengalaman saya menyusui sebelumnya, saya merasa lebih yakin saya bisa mengatasi masalah menyusui saya sebelumnya di anak kedua ini. Tapi eh ternyata kok tetap aja masalahnya berulang.

Oke, retrospecting dari kejadian yang sudah-sudah, saya belajar bahwa pembengkakan payudara saya terjadi karena adanya sumbatan susu di saluran dalam payudara saya, terutama kalau baby Bun menyusui nya gak tuntas. Barangkali bisa membantu ibu-ibu yang mengalami hal serupa, berikut adalah beberapa hal yang saya lakukan ketika si bengkak datang….

  1. Menyusui lebih banyak di payudara yang bengkak. But it’s a bit tricky sometimes karena bisa jadi membuat payudara lainnya bengkak atau malah membuat payudara yang bengkak makin bengkak, nah lo. Jadi kuncinya harus balance ya. Oh ya mengubah posisi menyusui juga membantu loh. Usahakan bagian dagu si baby berada di bagian yang bengkak ketika menyusui karena susu akan lebih banyak tersedot di bagian tersebut
  2. Pijat laktasi. Dulu belajar pijat ini di klinik laktasi St.Carolus, sempat dikasi catatan caranya tapi ternyata sudah hilang ,hiks, tapi paling tidak ada gerakan pijat yang masih diingat terutama gerakan pijat memutar di bagian punggung atas dan bagian payudara. Pijat ini guna nya untuk meningkatkan kadar hormon oksitosin/hormon cinta untuk merangsang keluarnya asi. Sebisa mungkin pijat dilakukan oleh suami ya biar lebih terasa efeknya (namanya juga hormon cinta 😉 ). Jangan lupa pakai minyak zaitun atau minyak kelapa untuk mengurangi rasa sakit ketika dipijat
  3. Perah, perah, dan perah. Untuk kejadian bengkak karena asi tersumbat, mau gak mau asi harus dikeluarkan. Biasanya disusui aja tidaklah cukup, jadi harus memerah lagi. Sebisa mungkin memerahnya manual, alias pake tangan ya. Cape dong? Yes, tapi lama-lama biasa kok. Karena saya sudah punya cukup persediaan asip, biasanya saya memerah ketika mandi, atau kalau bengkaknya ‘dasyat’ biasanya saya minta bantuan suami (untung si papi pengertian :p )
  4. Pakai kol untuk mengurangi sakit. Believe me it works! ambil helaiannya dan taruh di bagian yang bengkak. Biasanya saya aplikasi kan kol tersebut sebelum tidur supaya paginya payudara lebih terasa ‘ringan’. Selain itu untuk mengurangi sakit dan memperlancar pengeluaran asi bisa juga pakai kompres hangat sebelum menyusui atau memerah. And a little bit of paracetamol could help too. Jangan khawatir, Paracetamol aman kok, asal dipakai dengan bijak ya :).
  5. Last but not least and definitely the most important is…sabarr.. memang kalau bengkak rasanya sakit sekali, dipengang aja rasanya duhh luar biasa, apalagi kalau sampai meriang. Ditambah pula si baby jadi rewel karena susunya jadi susah keluar padahal kita butuh mengeluarkan susu didalam payudara supaya gak bengkak, jadi serba salah rasanya. Kadang saya jadi merasa frustasi dan lelah menyusui. Apalagi kalau bengkak tak hanya sehari dipijat dan diperah langsung sembuh, tapi bisa berhari-hari bahkan bisa seminggu lebih. Kalau sudah seperti itu saya jadi mengingat-ingat kembali alasan saya menyusui dan betapa saya sangat beruntung. Saya teringat cerita teman saya yang harus berjuang mengumpulkan dan mengantarkan asip ke anaknya setiap minggu karena dia harus bekerja dan berpisah dengan anaknya yang tinggal di kota lain sementara saya di sini mendapatkan ‘kemewahan’ bisa menyusui anak saya langsung dan dengan yang asi berlimpah… :'(.

Walaupun hal-hal yang saya lakukan tidak mencegah bengkak saya datang kembali, tapi paling tidak sampai sekarang BunBun 5 bulan saya belum sampai mengalami peradangan (dan semoga saja tidak untuk seterusnya). Selain itu frekuensi ke klinik laktasi jadi lebih jauh berkurang (which mean biaya konsul pun berkurang, yeay 😀 ). Untuk selanjutnya bismillah saja, semoga saya bisa  tetap diberikan semangat dan kelancaran ya untuk bisa menyusui. And for my fellow breastfeeding mothers out there, tetap semangaatt!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s