Jangan Ditunda, Kelola Keuangan anda Sekarang!

Masih muda, nanti sajalah mikirin duit, yang penting happy-happy dulu

Ribet ah mikirinnya, yang ada aja  dulu dipake, syukur-syukur ada kelebihan bisa ditabung!

Mungkin itu yang ada di pikiran anda ketika membicarakan topik mengenai perencanaan ataupun manajemen keuangan personal. Rumit, malas, atau menunda-nunda karena merasa masih muda seringkali menjadi alasan, padahal kesadaran mengelola keuangan sejak dini sangat penting loh, mengingat kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

1

Pernah gak membayangkan hidup kita 10 tahun mendatang, pasti pengennya membayangkan hidup kita yang bagus-bagus saja kan, berharap gaji kita sudah naik berkali-kali lipat, punya rumah dan mobil bagus, anak sekolah di sekolah mentereng. Tapi apakah kita sudah memikirkan bagaimana cara untuk mencapainya? kalau hanya berandai-andai keuangan kita akan membaik dengan sendirinya jangan harap semua itu bisa terwujud. Bagaimana jika 2 tahun lagi anda dipecat atau usaha anda bangkrut karena perekonomian memburuk? Atau sebaliknya anda berpikir buat apa memikirkan masa depan toh gaji yang saya terima segini-segini aja, bersikap pesimistis, gak mau pusing memikirkan untuk mengelola keuangan? Jangan salah, gaji yang relatif kecil bukan berarti kita tidak bisa memiliki masa depan yang lebih baik, malah dari pengalaman saya pribadi, banyak orang-orang yang saya tahu dulunya sangat mapan dan memiliki penghasilan yang sangat baik tapi sekarang untuk bertahan hidup saja malah susah, perlu utang kesana kemari.

Coba deh mulai belajar untuk mengetahui kondisi keuangan kita saat ini dan mulai melakukan perencanaan untuk masa depan. Gak harus ribet kok, ini yang bisa anda lakukan:

Potong Pengeluaran

Seringkali kita hanya melihat dari satu sisi saja, mau kaya maka pemasukkan harus lah tinggi. Padahal dalam keuangan ada komponen pengeluaran yang harus diperhatikan. Pertanyaan selanjutnya apakah kita sadar berapa yang sudah kita keluarkan tiap bulannya, untuk apa dan apakah pengeluaran tersebut benar-benar untuk memenuhi kebutuhan kita atau hanya sekedar ingin saja? Coba deh review pengeluaran anda sebulan terakhir, dan jawab pertanyaan diatas. Setelah itu di list maka akan terlihat pos-pos pengeluaran yang sangat penting, penting maupun kurang penting, nah yang bagian tidak terlalu penting inilah yang bisa anda alihkan dana nya untuk ditabung ataupun untuk diinvestasikan. Contoh pengeluaran seperti ini misalnya makan di mal, ngopi-ngopi, atau biaya kursus anak yang sebenernya anak belum perlu tapi terpaksa ikut cuma karena gak mau kalah sama anak tetangga saja 😉

Kelola arus kas

Uang yang kita pegang di dompet ataupun di bank yang kapan saja bisa kita ambil adalah hard cash yang perlu kita atur ketersediaannya. Jangan sampai begitu kita gajian uang yang ada kita hambur-hamburkan lalu di pertengahan terakhir bulan kita bingung mau bayar pengeluaran – pengeluaran penting pakai apa. Seringkali saya melihat pola seperti ini karena cash sudah habis, akhir bulan harus berhutang, janji dibayar ketika gajian selanjutnya, tapi begitu gajian bulan selanjutnya gajinya sudah habis buat bayar hutang bulan sebelumnya sehingga akhir bulan harus hutang lagi. Seperti pasir hisap yang lama-lama bisa membuat kita tenggelam, kalau begini cara nya jangan harap bisa kaya! Cara yang bisa kita lakukan untuk mengelola arus kas yaitu dengan membuat budget. Budget bisa dibuat bulanan, mingguan atau bahkan harian. lebih detail lebih baik dan kalau bisa di komparasi dengan pengeluaran sesungguhnya dari bulan-bulan sebelumnya supaya lebih presisi. Tapi yang terpenting dari membuat budget ini ialah mematuhinya – kalau gak, percuma dong capek-capek buatnya kan 😀

2

Berhutang dengan bijak

Seandainya memang ada keperluan diluar budget bisa saja berhutang tapi dengan cara yang bijak, artinya berhutang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar kita. Contoh yang bisa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak yaitu membeli secara kredit dan diangsur tiap bulannya maupun mengambil pinjaman tanpa agunan menggunakan jasa perusahaan pembiayaan (multi finance). Salah satu perusahaan terpercaya yang bisa melakukan keduanya adalah Home Credit. Sebagai  perusahaan global yang telah beroperasi belasan tahun di sepuluh negara, Home Credit tentunya bisa menjadi mitra yang terpercaya untuk urusan pembiayaan. Ditambah proses yang mudah (hanya butuh KTP saja untuk pembiayaan multiguna dan aplikasi bisa lewat telpon atau email) serta suku bunga yang kompetitif Home Credit bisa dijadikan andalan ketika arus kas mulai terperngaruh oleh kebutuhan- kebutuhan mendesak. Jangan takut kredit anda ditolak karena penghasilan kecil, karena Home Credit menyediakan pembiayaan untuk mereka yang memiliki penghasilan bersih minimal Rp. 1,500,000 per bulan, mudah bukan? Tapi walaupun sudah ada penyedia pembiayaan yang oke punya tetap harus diingat lagi, berhutanglah secara bijak. Biasanya rule of thumb yang dipakai untuk rasio hutang adalah kurang dari 30% penghasilan kita.

Nah pada akhirnya pilihan untuk mengelola keuangan ada di tangan anda.Be Smart, kecuali anda dapat lotre mendadak, kalau mau lebih mapan, saran saya, mulailah dari sekarang 🙂

 

DISCLAIMER: Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi “3 Tahun Perjalanan Bisnis – Home Credit Indonesia”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s