Tidak Ada Stempel = PENIPUAN!

APPROVAL

Bagi anda yang mau meminta rujukan BPJS kesehatan ke faskes tingkat lanjutan, harap cek baik-baik surat rujukan tersebut, pastikan sudah ada CAP BASAH dari puskesmas, klinik, ataupun dokter faskes tingkat 1 karena kalau tidak, salah-salah anda malah di cap penipu seperti saya :S .

Hari selasa, 12 april 2016, saya ke RS Grha Permata Ibu dengan niat untuk pemeriksaan kehamilan karena di faskes tk 1 saya (Klinik Kimia Farma Margonda) tidak ada dokter kandungan dan merujuk saya ke faskes tk lanjutan. Setelah mengantri selama kurang lebih 2 jam saya menunjukkan surat rujukan dan serta merta ditolak karena tidak ada cap dari klinik di surat rujukan tersebut. Solusi yang diberikan oleh petugas saat itu hanya saya disuruh kembali ke faskes tk. 1 dan kembali mengantri lagi seolah-seolah mengantri itu cepat dan waktu saya selama 2 jam itu tidak ada artinya sama sekali. Ketika suami saya mencoba mempertanyakan kembali apa ada solusi lain kah (mis. saya di daftar kan dulu konfirmasi sementara lewat telp, lalu dokumen menyusul, karena dari awal saya tidak dapat informasi yang jelas baik dari faskes tk.1 maupun lanjutan bahwa STEMPEL ADALAH SYARAT MUTLAK) petugas mulai emosi dan dua petugas lainnya pun ikut nimbrung “mengeroyok” suami saya, hingga salah satu petugas bilang

“Dimana-mana kalau tidak ada stempel berarti PENIPUAN!”

Uups. Merasa terhina dituduh pembohong, langsung saya menarik suami saya pulang. OK, mungkin maksudnya dia bukan menuduh kami pembohong (berusaha berpikir positif), namun disituasi seperti itu dimana saya sudah capek menunggu hanya untuk mendaftar (baru daftar belum antri dokter) lalu ditolak dengan begitu mudahnya tanpa ada alternatif solusi sama sekali lalu mengeluarkan pernyataan seperti itu, apakah itu sebuah pernyataan yang gak bikin emosi?? Grr.. 😡 😡

Yang menjadi masalah buat saya disini:

1. Tidak adanya informasi yang jelas bahwa surat rujukan yang ada harus di stempel kalau tidak maka akan ditolak.

Saya mengerti kalau itu memang sudah aturan dari BPJS kesehatan, akan tetapi penjelasan mengenai hal itu kurang di tampilkan dengan jelas baik di faskes tk. 1 maupun tk. lanjutan, padahal kalau sejak awal ditulis dan diinfo dengan baik di kertas hitam diatas putih saya bisa memaklumi dan tidak perlu buang waktu. Beruntung saya hanya periksa kehamilan, bagaimana kalau yang datang yang sudah sakit, atau manula harus kembali ke faskes tk. 1 yang mungkin jauh dari RS rujukan hanya karena miss dari pihak klinik dan ketidak tahuan? sangat-sangat tidak efisien.

IMG_20160419_101846

seharusnya ada cap di bagian ini

Untuk masalah ini kami sudah mengadu ke pihak Klinik dan mereka mengakui bahwa mereka ada kekurangan karena lupa menginformasi ke kami sebelumnya, dan kami juga sudah memberi saran ke pihak RS untuk memberikan info yang sejelas-jelasnya

2. Sikap petugas BPJS di RS yang kurang memiliki empati

Dengan berkata seperti itu kami merasa petugas secara implisit mengatai kami pembohong. Padahal kami setiap bulan rajin bayar BPJS dan mendapat perkataan seperti itu rasanya seperti tidak dihargai sama sekali (baca: seperti ditampar bolak-balik). Bukankah seharusnya sebagai garda terdepan mereka dapat pelatihan Customer Service yang mumpuni? karena mereka tidak hanya merepresentasikan RS tapi juga BPJS. Kami sudah mengadu ke RS mengenai hal ini, semoga saja ada perbaikan pelayanan.

Saya akhirnya tahu prosedur stempel sudah menjadi aturan dari BPJS, akan tetapi sekiranya saya boleh memberi saran, dengan kemajuan teknologi saat ini
alangkah baiknya jika sistem rujukan tidak perlu lagi menggunakan kertas, semua ad
a di sistem yang bisa diakses dengan mudah oleh petugas (kecuali untuk kasus tertentu seperti server error atau listrik mati), sementara dokumen hanya penunjang saja. Tidak hanya lebih efisien bagi pasien namun juga lebih memudahkan bagi petugas BPJS bukan?

Maaf kalau “curhatan” saya panjang dan mungkin saya terlalu berlebihan menanggapi kejadian ini. Saya hanya berharap tidak ada lagi kejadian seperti yang saya alami,
sangat disayangkan kalau BPJS kehilangan customernya karena ha
l sepele seperti ini. Semoga keluhan saya bisa jadi kritik yang membangun.

Bagi pengguna BPJS, semoga bisa belajar dari pengalaman saya untuk lebih teliti lagi (jangan seperti saya -.-“) semoga kedepannya sistem BPJS bisa lebih baik lagi dan kita semua Warga Negara Indonesia – baik yang mampu maupun tidak mampu- bisa menikmati kemudahan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan berkualitas, amiiiin…

 

Advertisements

6 thoughts on “Tidak Ada Stempel = PENIPUAN!

  1. novaviolita says:

    jadi metik hikmahnya…
    jika suatu saat… bahwa segala surat perlu stempel..biar ga disangka kita nipu..

    aku dulu juga pake bpjs..tapi lupa.. apa surat rujuknya distempel apa ngga…

    Like

    • hellomomice says:

      iya pihak faskes 1 nya memang mengakui kalau lupa dan sudah meminta maaf juga.. cuma memang perlu ditulis kali ya aturannya supaya kita bisa cek sendiri in case petugasnya lupa.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s